Rasulullah SAW bersabda : Orang yang mati didalam kubur tak lain bagaikan orang yang tenggelam dan meminta pertolongan. Ia menanti doa yang datang dari orang tuanya, anaknya, saudara atau sahabatnya.
Kedahsyatan Sakaratul Maut
Ketahuilah bahwa seandainya di hadapan manusia di dunia ini tidak ada musibah , malapetaka atau kesusahan kecuali sakaratulmaut saja, maka itu sudah cukup untuk menyusahkan hidupnya, menghalangi kegembiraannya
Kata sakaratulmaut adalah ungkapan tentang rasa sakit yang sangat luar biasa. Diriwayatkan bahwa “seandainya setetes rasa sakitnya kematian itu diteteskan di atas semua gunung di bumi ini, niscaya semua gunung itu akan meleleh”
Rasululah bersabda “Sakitnya sama dengan tiga ratus tusukan pedang”.
Suatu ketika beliau ditanya tentang pedihnya kematian, dan beliau menjawab, “Kematian yang paling mudah adalah serupa dengan sebatang pohon duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat dicabut tanpa membawa serta bagian kain?”
Suatu ketika beliau menjenguk seorang yang menghadapi sakaratul maut, dan beliau bersabda “Aku tahu apa yang sedang dialaminya. Tak ada satu pembuluh pun yang tidak merasakan pedihnya derita kematian”
Al Auzai berkata “Telah disampaikan kepada kami bahwa orang mati itu terus merasakan sakitnya kematian sampai ia dibangkitkan dari kuburnya”
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim a.s. meninggal dunia, Allah SWT bertanya kepadanya “Bagaimana engkau merasakan kematian, wahai Teman-Ku ?” dan beliau Menjawab, “Seperti sebuah pengait yang dimasukan ke dalam gumpalan bulu basah, kemudian ditarik” “Yang seperti itu sudah Kami ringankan atas dirimu.”
Diriwayatkan tentang Nabi Musa a.s. ketika ruhnya akan menuju ke hadiratNya, Allah Swt bertanya kepadanya, “Wahai Musa, bagaimana engkau merasakan kematian?” Musa a.s. menjawab “ Kurasakan diriku seperti seekor burung yang dipanggang hidup – hidup, tak mati untuk terbebas dari rasa sakit dan tak bisa terbang untuk menyelamatkan diri.”
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW, berada di ambang kematian. Di dekat beliau terdapat seember air. Kedalamnya beliau memasukkan tangannya dan membasuh muka , seraya berdoa “ Wahai Tuhanku ! Ringankanlah bagiku sakaratulmaut !”. Pada saat yang sama Fatimah r.a. berkata “Alangkah beratnya penderitaanku melihat penderitaanmu Ayah!”
Itulah sakaratulmaut yang dirasakan oleh para wali Allah dan hamba hamba yang dikasihiNya. Lalu bagaimana yang pasti akan kita rasakan nan


Naiknya Obama sebagai presiden baru AS yang ke-44 memberikan warna baru dan harapan besar bagi masyarakat dunia. Semua orang berharap Obama akan lebih bijak dari pendahulunya dalam menjalankan politik luar negerinya. Kiprahnya sebagai presiden baru AS tengah dinanti banyak pihak. Terutama negara-negara Islam yang tengah berharap-harap cemas dengan tindakan yang akan diambil Obama dalam perang Israel-HAMAS. Semua orang tengah bertanya “Apakah Obama akan tetap seperti Bush yang sangat pro Israel?



